Melinia Ajeng Wahyudi
Kolesterol
adalah lemak yang didapatkan dari makanan yang terdapat pada tubuh kita dan
berpengaruh buruk pada kesehatan. Penyakit ini terdapat senyawa berlilin yang
bisa ditemukan pada sel darah kita. Sebenarnya, fungsi kolesterol untuk
memproduksi sel-sel sehat dalam tubuh kita. Akan tetapi, manusia yang sudah
banyak orang yang mengalami penumpukan lemak di dalam tubunya. Karena di dalam
tubuh kita terdapat endapan lemak dan menyebabkan kolesterol tinggi. Terjadi
pada saat dimana tubuh kita mengalami
tingkat kolesterol dalam tubuh yang lebih tinggi daripada biasanya. Jika
mempunyai penyakit ini bisa menyebabkan penyakit yang serius kalau tidak bisa menjaga
tubuh kita yang baik. Bisa juga dapat meningkatkan risiko penyakit lainnya
seperti penyakit jantung. Akibatnya, endapan lemak yang telah mempersulit darah
untuk melalui arteri. Kondisi seperti ini bisa membuat jantung kemungkinan
tidak bisa mendapatkan darah yang lebih atau kaya oksigen yang sesuai dengan
kebutuhannya. Dan akhirnya kondisi itu akan menyebabkan meningkatnya risiko
serangan jantung.
Di dalam darah terdapat protein
yang disebut dengan lipropotein yang dibawa kolesterol. Nah, ada dua jenis
utama lipoprotein yaitu lipoprotein dengan kepadatan rendah (LDL) yang bisa
disebut dengan kolesterol jahat dan lipoprotein dengan kepadatan tinggi (HDL)
yang bisa disebut dengan kolesterol baik. LDL itu untuk mengangkut kolesterol
dari organ hati ke sel-sel yang membutuhkannya. Jika jumlah kolesterol melebihi
kebutuhan dapat mengendap pada dinding arteri dan menyebabkan penyakit.
Sebaliknya, dengan HDL untuk mengangkut kolesterol kembali ke dalam organ hati.
Di dalam hati, kolesterol akan dihancurkan oleh hati melalui kotoran. Penyakit ini
menjadi salah satu penyakit kronik yang dapat membebani masyarakat baik dari faktor
ekonomi, pola makan, maupun kualitas hidup di seluruh dunia, termasuk
Indonesia. Penyakit kolesterol ini termasuk penyakit degeneratif yang merupakan penyakit yang bisa dikatakan sebagai
pembunuh manusia di Negara dan tidak mengherankan jenis penyakit ini menjadi
perbincangan yang menakutkan.
Penyakit ini bisa dikatakan akibat
pola hidup yang modern dan pola makan yang mengandung banyak kolesterol dan
kurangnya berolahraga. Dari akibat itupun ada pada makanan yang lezat. Zaman
sekarang tersebar makanan yang cepat saji dan banyak makanan yang kurang sehat.
Sehingga banyak orang yang menyepelekan masalah kesehatan. Apalagi sekarang banyak
makanan yang mengandung lemak tinggi. Makanan tersebut bisa kita temui di sekitar
lingkungan hidup kita seperti junk food,
jeroan daging, seafood-seafood, dan
masih banyak makanan yang menyebabkan kadar kolesterol kita tinggi. Dan makanan
yang seperti itu harusnya yang kita hindari.
Untuk
saat ini, kolesterol menjadi salah satu ancaman bagi kesehatan manusia yang
akan meningkat jumlahnya. Namun, ternyata penyakit ini juga termasuk akibat
faktor keturunan. Oleh karena itu, kita harus menjaga tubuh kita sebaik mungkin
agar terhidar dari penyakit ini. Jika tidak, akan mengalami kadar kolesterol
yang tinggi akibat makanan setiap hari yang kita konsumsi. Mengingat risiko
kolesterol yang tinggi, maka harus dilakukan upaya untuk memerika terus secara
berkala dalam pemeriksaan kolesterol dalam darah. Agar mengetahui bahwa dalam
tubuh kita memiliki kadar kolesterol yang tinggi atau tidak.
Dengan penyakit kolesterol ini
tidak dapat dipungkiri bahwa dampak ekonomi pada kolesterol jelas terlihat yang
berakibat pada biaya pengobatan dan hilangnya pendapatan. Maka dari itu, perlu
pencegahan dari sejak dini. Karena pada masa sekarang ini, banyak orang semakin
kritis dalam penggunaan obat modern. Mayoritas orang meyakini bahwa obat yang
beredar di pasaran mengandung zat kimia yang memiliki efek samping jika di konsumsi
secara terus-menerus. Ternyata banyak masyarakat di sekeliling kita yang lebih
suka memakai obat-obatan tradisional daripada obat yang di jual di pasaran. Bahkan,
masyarakat tidak mengherankan bila tren obat-obatan tradisional juga kembali
marak dikalangan masyarakat Indonesia. Karena mereka telah meyakini bahwa obat
tradisional lebih aman tidak ada zat kimia yang berbahaya dan yang
mengakibatkan efek samping pada tubuh. Padahal
dalam kehidupan kita sehari-hari selalu berhubungan dengan zat kimia.
Sebagai contoh, oksigen yang kita hirup setiap hari dan garam dapur yang di pakai
untuk memasak. Maka dari itu, dapat dimengerti bahwa obat modern maupun
tradisional sama saja mengandung bahan
kimia. Zulaeha dan Hakiem (2015:4), menyatakan “Efek samping dari obat
tradisional relatif lebih kecil dibandingkan obat kimia”.
Dan ini ada salah satu tanaman herbal
yang dikatakan sebagai alternatif pengobatan dalam upaya kesehatan. Tanaman
yang gunanya untuk obat tradisional yaitu tanaman daun binahong yang mampu untuk pengobatan kolesterol. Sejalan dengan
pendapat Nuraini (2014:32-34) “Penyakit yang dapat disembuhkan dengan tanaman
binahong yaitu penyembuhan luka, menghilangkan kerutan, jerawat, ambeyen,
diabetes, batuk, radang paru-paru, borok menahun, darah rendah, disentri,
gatal-gatal, eksm kulit, gegar otak, gusi berdarah, mimisan, melancarkan haid,
meningkatkan nafsu makan, mengobati lemah syahwat, menjaga stamina, patah
tulang, radang ginjal, obat luka sehabis operasi, sesak napas, usus bengkak,
maag, asam urat, menyehatkan jantung, menurunkan kolesterol, dan mencegah
stroke”. Sebagian orang mungkin menganggapnya hanya sebuah tanaman biasa yang
marambat di halaman rumah dan hanya untuk menghias halaman rumah saja. Pada
kenyataanya, daun binahong ini bisa saja dimakan karena memiliki banyak manfaat
dan kegunaan untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Apalagi semua bagian dari
tanaman binahong memiliki kasiat masing-masing. Mulai daunnya yang memiliki
banyak kandungan manfaat yang baik untuk menyembuhkan sejumlah penyakit. Ada
kandungan yang didalam daun binahong yaitu saponin. Saponin ini berfungsi di dalam
tubuh untuk sebagai pembersih tubuh, menurunkan kolesterol dan meningkatkan
kekebalan tubuh. Senyawa aktif yang mampu menghasilkan zat pelindung bagi tubuh, yaitu
zat antibakteri, antivirus, dan masih banyak zat lain untuk kesehatan tubuh.
Selain itu, binahong juga bermanfaat untuk menurunkan kadar kolesterol tinggi
pada tubuh karena adanya kandungan alkaloid. Untuk memperoleh manfaat binahong
sebagai obat penurun kolesterol jahat yang ada di dalam tubuh bisa
mengkonsumsinya secara rutin. Dapat mengolahnya dengan direbus dan minum air
rebusan tersebut secara teratur. Namun demikian, selain mengkonsumsi rebusan daun
binahong, juga dapat mengimbangi dengan rajin berolahraga dan hindari makanan
yang menimbulkan kolesterol.
Kandungan alkaloid dan zat
saponin dari daun binahong yang berguna untuk penyakit kolesterol. Dan dapat
disimpulkan bahwa dalam pemahaman masyarakat tentang manfaat tanaman binahong
sebagai obat tradisional secara alami masih terbatas. Namun, dengan adanya
penjelasan mengenai obat modern dengan obat tradisional kini masyarakat
mengetahui bahwa ternyata daun binahong dapat mengobati berbagai penyakit
seperti kolesterol, jantung, diabetes, dan lain-lain. Tidak hanya daunnya saja
yang dapat dikonsumsi, melainkan seluruh bagian tanaman daun binahong yang
memiliki kasiat masing-masing.
Daftar Pustaka
M,
Ruhama Desy dan Andi Nova. 2018. “Pembinaan
Masyarakat Tentang Pemanfaatan Tanaman Binahong (Anredera cordifolia) sebagai Obat Tradisional di Gampong Sidorejo
Langsa Lama”. Jurnal Jeumpa, 5(02):113-114.
Zulaeha,
T dan Hakiem, L. 2015. Ensiklopedia
Pengobatan Herbal. Surakarta: Ziyad Books.
Nuraini,
DN. 2014. Aneka Daun Berkhasiat Untuk
Obat. Yoyakarta: Gava Media.
Tanpa
Pengarang. 2019. Manfaat Daun Binahong
untuk Kolesterol. https://manfaat.co.id/manfaat-daun-binahong-untuk-kolesterol
(Diunduh 5 Juli 2019).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar